Perkembangan kultur jaringan dimulai pada tahun 1838 ketika Schwann dan Schleiden mengemukakan teori totipotensi sel yang menyatakan bahwa sel-sel bersifat otonom, dan pada prinsipnya mampu berregenerasi menjadi tanaman lengkap. Teori yang dikemukakan ini merupakan dasar dari spekulasi ilmuwan yang bernaman Haberlandt berkebangsaan Jerman pada awal abad ke 20 yang menyatakan bahwa setiap sel …
Buku ini terdiri atas 11 bab. Dua bab pertama (Bab 1. Status Terkini dan Sejarah Kultur Jaringan Tanaman Bab 2. Manfaat Kultur Jaringan Tanaman untuk Perbanyakan Bibit) memperkenalkan kepada pembaca apa itu kultur jaringan tanaman, apa manfaatnya, dan statusnya kini dalam konteks perkembangan keilmuannya. Lalu disajikan sejumlah teori yang melandasi kultur jaringan tanaman. (Bab 3. Teori Dasar…